Jumat, 02 Maret 2012

Sejarah Kota Jember

Menurut legenda rakyat ‘Jember’ diambil dari nama seorang putri yaitu Jembersari. Jembersari merupakan penganjur pembangunan pertanian dan pemukiman pertama daerah yang sekarang menjadi kota Jember. Dia dan keluarganya menempati pondok kecil disekitar danau dipinggir sungai Jompo. Karena pengaruh alam, danau tersebut kini menjadi sebuah kampung yang diberinama kampung Ledok. Jember terletak diprovinsi daerah tingkat 1 Jawa Timur, berbatasan dengan samudra Hindia di sebelah selatan dan dikelilingi pegunungan yang membentang di sebelah utara dan timur, hal inilah yang menjadikan Jember banyak memiliki objek wisata alam. Tahun 1868 Jember mulai dikenal secara luas. Waktu itu tanaman tembakau mulai di tanam secara besar-besaran. Tembakau Jember sangat digemari oleh orang-orang Eropa. Pusat pemasarannya berada di kota Breman, Jerman. Pada tanggal 1 Januari 1929, Jember dijadikan kota kabupaten. Bupati pertama adalah bapak Notoadinegoro dan pada tanggal 3 Mei 1976 kota Jember berkembang menjadi kota administratif. Walikota pertama yang terpilih adalah Drs. Syafii As’ari. Dalam perkembangannya, Kota Jember banyak mengalami perubahan. Didukung dengan keadaan wilayah dan letaknya yang strategis serta pesatnya pembangunan kota pada bidang pemerintahan, pendidikan, industri perhubungan maupun pariwisata menjadikan Jember menjadi salah satu kota besar di Jawa Timur.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar